Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang berkembang di masyrakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut maulid Nabi dengan mengadakan perayaan- perayaan keagamaan seperti pembacaan Sholawat Nabi ,dan pengajian. Peringatan Maulid Nabi merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Gema Sholawat dan Tausyiah mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Agung Tasikmalaya pada Selasa (26/11/2019). Kegiatan ini di hadiri oleh kepala sekolah, jajaran Guru, staf tata usaha, serta seluruh siswa SMPN 5 Tasikmalaya. Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Agung Tasikmalaya diisi oleh mubaligh dari wilayah sekitar Tasikmalaya , yaitu ustaz Uus Usman. Acara di mulai dengan sambutan kepala sekolah,Solat Dhuha bersama, sholawat , dan terakhir tausyiah.

Maulid Nabi bukan hanya sebuah peringatan belaka, lebih dari itu Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan mampu  menjadikan siswa SMPN 5 Tasikmalaya meneladani sifat akhlakul karimah Nabi Muhammad SAW,” ujar ibu Hj.Yuyun Siti Noorhaesih S.Pd M.Pd, Kepala SMPN 5 Tasikmalaya dalam sambutannya ketika membuka kegiatan.

Setelah sambutan dari kepala sekolah, Ustaz Uus memulai Tausyiahnya dengan memimpin Gema Sholawat yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Dalam tausyiahnya beliau menyampaikan pesan bahwa pada peringatan maulid Nabi, ada dua hal yang perlu digaris bawahi. Pertama, tentang hal yang diingat, yaitu Nabi Muhammad. Kedua,  yaitu umat nabi yang tak lain adalah seluruh umat Islam. Ustaz Uus juga mengingatkan bahwa sebagai umat Islam, yang diidolakan haruslah nabi. Dialah menjadi suri tauladan bagi umatnya. Namun, seringkali umat mengidolakan hal lain. Padahal, dalam diri Nabi Muhammad SAW sudah terdapat contoh agar manusia menjadi manusia hebat baik di dunia maupun di akhirat.

“Dengan peringatan maulid nabi ini, diharapkan dapat menjadikan umatnya untuk meneladani Nabi Muhammad SAW antara lain jangan pernah meninggalkan sholat, dan siswa selalu menjaga sikap agar terhindar dari perbuatan negatif,” pungkas ustaz Uus.