Pemilihan calon ketua OSIS dan pengurus OSIS diperlukan sebagai upaya untuk keberlanjutan dan keberlangsungan program OSIS dari tahun ke tahun. Ketua OSIS dan pengurus OSIS memegang masa jabatan satu tahun, biasanya yang menjabat adalah peserta didik kelas 8 di awal semester genap dan berakhir jika mereka sudah kelas 9 di akhir semester ganjil. Mengingat waktu yang diperlukan aktivitas kelas 9 terbatas menjelang ujian nasional maupun ujian sekolah.

Pemilihan ketua OSIS dilaksanakan dengan proses yang cukup panjang, mulai dari seleksi bakal calon ketua OSIS melalui penjaringan yang dilakukan oleh panitia pemilihan Pengurus OSIS. Berdasarkan penjaringan bakal calon, dipilih calon-calon pasangan Ketua OSIS yang dianggap memiliki kelayakan untuk memimpin OSIS.

Sebelum dilaksanakan proses pemungutan suara sebagai titik puncak pelaksanaan kedaulatan siswa maupun warga sekolah lainnya, terlebih dahulu dilaksanakan debat antar pasangan calon ketua OSIS. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk menggali potensi dan kompetensi wawasan calon pemimpin siswa di sekolah, terutama mengenai visi dan misinya menjadi ketua OSIS.

Debat merupakan salah satu implementasi pendidikan politik bagi peserta didik di lingkungan sekolah. Menurut Kartini Kartono (1996:64), pendidikan politik merupakan upaya pendidikan yang disengaja dan sistematis untuk membentuk individu, agar mampu menjadi partisipan yang bertanggung jawab secara etis/moral dalam mencapai tujuan politik. Berkaitan dengan kegiatan debat terbuka bag pasangan calon Ketua OSIS sebagai upaya meemberikan pemahaman dan kesadaran berpartisipasi kepada seluruh peserta didik tentang hak-hak dipilih dan memilih. Peserta didik yang dinobatkan sebagai pasangan calon ketua OSIS memiliki hak dipilih, pada saat debat menyampaikan ide-ide atau gagasan pemikirannya terutama visi dan misinya secara terbuka di hadapan seluruh peserta didik lainnya. Sementara bagi peserta didik lainnya memiliki hak untuk memilih, menentukan siapa di antara pasangan calon yang layak untuk memimpin dengan memperhatikan asas LUBER JURDIL, seperti halnya dalam pemilu.

Debat calon ketua OSIS di SMPN 5 Tasikmalaya, dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2020 pasca upacara bendera Senin pagi. Adapun pasangan calon ketua OSIS berdasarkan hasil penjaringan yang dilakukan pada hari Jum’at tanggal 24 Januari 2020, adalah : 1) Dejan Alkariz Irmansyah- Azaria Nur Febriasari, 2) Selvi Nafisa Azzahra – Muhammad Kevis Nurahman, 3) Gunawan Faiz Faudzan -Sherina Noor Risman.

Di bawah koordinasi wakasek kesiswaan dan para pengurus OSIS sebelumnya sebagai panitia penyenggara pemilihan OSIS, debat berlangsung meriah. Semua kandidat pasangan calon duduk di hadapan seluruh peserta didik lainnya di lapangan upacara.

Setelah acara dibuka, secara bergiliran masing-masing pasangan calon menyampaikan visi dan misinya. Pasangan calon yang pertama menyampaikan visinya yaitu, “ Menjadikan OSIS SMPN 5 Tasikmalaya yang solid, disiplin, bertanggung jawab sehingga mencerminkan wargasekolah yang berkualitas dan berkarakter’. Pasangan calon kedua memiliki visi, “menjadikan OSIS sebagai wadah yang menampung kreativitas, inspirasi serta meningkatkan iptek dan imtaq yang berakhlak mulia di kalangan siswa yang berlandaskan pada 4 dasar, yauti jujur, adil, amanah, dan disiplin”. Sementara pasangan calon ketiga menyampaikan visinya, yaitu, “Dengan dilandasi iman dan takwa menjadikan OSIS SMPN 5 Tasikmalaya yang berkarakter, religius, disiplin, solid dan penuh tanggung jawab”.

Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dari panelis kepada masing-masing pasangan calon. Pertanyaan tersebut meliputi pemahaman tentang organisasi dan OSIS, motivasi berkeinginan menjadi ketua OSIS, program-program yang akan dilakukan untuk meningkatkan keunggulan, prestasi maupun prestise peserta didik baik bidang akademik maupun non akademik, serta hal-hal yang akan dilakukan jika terjadi suatu permasalahan yang menimpa para pengurus OSIS. Secara bergiliran para pasangan calon menjawab semua pertanyaan panelis, selanjutnya masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan untuk bertanya kepada pasangan calon lainnya terutama mengenai program unggulan yang akan dilakukan jika menjabat sebagai ketua OSIS, sehinggab terjadi saling debat adu argumentasi antarpasangan calon. Berikutnya penanya diberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik yang hadir di lapangan kegiatan debat.

Dengan kegiatan ini maka tergali berbagai potensi, kompetensi serta wawasan yang dimiliki oleh masing-masing pasangan calon ketua OSIS. Mereka sudah menggunakan hak politiknya dalam menyampaikan berbagai pendapat, ide serta argumentasinya untuk meyakinkan para pemilih sebagai konstituennya, sedangkan peserta didik lainnya memiliki hak politik dengan didasari pengetahuan, pemahaman serta kesadaran untuk memilih siapa yang dipercaya untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin mereka untuk satu tahun ke depan. Maka kegiatan debat ini penting sebagai sarana pendidikan politik di lingkungan sekolah, sehingga peserta didik memahami dan menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk memilih maupun dipilih.